Latar Belakang Penelitian
Systematic Review & Meta-Analysis (SRMA) berbasis 16 studi kohort dari 10+ negara dengan total sampel ≈ 52.000 pasien kanker payudara stadium dini.
Kanker payudara merupakan kanker paling umum pada perempuan di seluruh dunia, dengan insidensi yang terus meningkat di negara-negara berpenghasilan rendah-menengah (low- and middle-income countries, LMIC). Prognosis kanker payudara stadium dini sangat bervariasi tergantung pada karakteristik tumor dan pasien.
Model prognostik konvensional seperti Nottingham Prognostic Index (NPI), PREDICT, dan Adjuvant! Online umumnya dikembangkan dari kohort negara maju (HIC) dan mungkin tidak sepenuhnya representatif untuk populasi LMIC yang memiliki karakteristik epidemiologis berbeda — usia diagnosis lebih muda, stadium lebih lanjut, dan prevalensi subtipe agresif lebih tinggi.
BreastRisk dikembangkan sebagai model prognostik de novo berbasis systematic review dan meta-analisis (SRMA) yang secara spesifik menginkorporasikan data dari kohort LMIC, untuk menghasilkan estimasi survival yang lebih relevan secara global.
Penelitian ini menggunakan desain Systematic Review dan Meta-Analisis (SRMA) mengikuti pedoman PRISMA 2020 dan MOOSE. Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif di database PubMed, Scopus, dan Web of Science.
Studi-studi berikut diinklusi ke dalam meta-analisis. Setiap studi dievaluasi kualitasnya menggunakan Newcastle-Ottawa Scale (NOS) dengan skor minimum 6/9.
| # | Penulis (Tahun) | Negara | N | Follow-up | Faktor |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Liu G et al. (2023) | China | 8,412 | 5 thn | T, N, LVI, Subtipe |
| 2 | Houvenaeghel G et al. (2021) | Prancis | 12,015 | 5 thn | T, N, LVI, Grade |
| 3 | Xue C et al. (2012) | China | 1,843 | 5 thn | N, LVI, Subtipe |
| 4 | Akrami M et al. (2021) | Iran | 1,574 | 5 thn | T, N, Subtipe, Usia |
| 5 | Grajales-Alvarez R et al. (2024) | Meksiko | 1,209 | 5 thn | T, N, LVI, Subtipe |
| 6 | Lee SJ et al. (2023) | Korea | 4,287 | 5 thn | T, N, LVI, Subtipe |
| 7 | Jamshed A et al. (2015) | Pakistan | 897 | 5 thn | T, N, Usia |
| 8 | Viale G et al. (2008) | Italia | 3,728 | 5 thn | T, N, Grade, LVI |
| 9 | Nishimura R et al. (2010) | Jepang | 2,145 | 5 thn | N, Subtipe, Grade |
| 10 | Bago-Horvath Z et al. (2011) | Austria | 1,536 | 5 thn | LVI, N, Subtipe |
| 11 | Inwald EC et al. (2013) | Jerman | 3,940 | 5 thn | T, N, Subtipe, Grade |
| 12 | Tamimi RM et al. (2008) | AS | 2,854 | 5 thn | T, N, Grade, Subtipe |
| 13 | Dinshaw KA et al. (2005) | India | 1,861 | 5 thn | T, N, Usia |
| 14 | Lee DW et al. (2024) | Korea | 2,306 | 5 thn | T, N, LVI, Subtipe |
| 15 | Sun L et al. (2018) | China | 1,987 | 5 thn | N, LVI, Subtipe, Usia |
| 16 | Aziz D et al. (2008) | Kanada | 1,406 | 5 thn | T, N, LVI, Grade |
Meta-analisis dilakukan menggunakan model random-effects DerSimonian-Laird, yang memperhitungkan heterogenitas antar studi. Metode ini dipilih karena studi berasal dari populasi yang berbeda secara geografis dan etnisitas, sehingga asumsi fixed-effect tidak tepat.
Untuk setiap faktor prognostik, hazard ratio (HR) dari tiap studi dikumpulkan dan di-pool menggunakan inverse-variance weighting. Koefisien β diperoleh dari:
Heterogenitas dinilai menggunakan statistik I² (Higgins-Thompson), di mana I² < 25% = rendah, 25–75% = sedang, dan > 75% = tinggi. Untuk faktor dengan I² tinggi (khususnya stadium N3), estimasi diinterpretasikan dengan hati-hati.
Potensi publication bias dievaluasi secara visual menggunakan funnel plot dan diuji secara statistik menggunakan Egger's regression test.
Koefisien β dari setiap faktor prognostik digunakan untuk menyusun Prognostic Index (PI) menggunakan framework Cox Proportional Hazards:
Koefisien DFS (Model 4 — Full Extended):
Koefisien Subtipe Molekuler (DFS, vs Luminal A):
Koefisien tambahan untuk OS:
Berdasarkan distribusi PI dari populasi studi, pasien diklasifikasikan ke dalam 4 kelompok risiko dengan cutpoint yang ditentukan berdasarkan kuartil distribusi PI dan korelasi klinis:
Cutpoint DFS (Model 4 Extended):
Cutpoint OS (Extended OS Model):
Model ini memiliki sejumlah limitasi penting yang harus dipertimbangkan dalam interpretasi:
1. Belum divalidasi secara eksternal. Model ini dikembangkan berdasarkan koefisien dari meta-analisis, namun belum diuji pada kohort independen. Validasi eksternal diperlukan sebelum penggunaan klinis.
2. Heterogenitas tinggi pada beberapa faktor. Faktor stadium N3 menunjukkan I² sebesar 80–87% pada DFS dan OS, mengindikasikan variasi substansial antar studi. Estimasi untuk faktor ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati.
3. Asumsi proportional hazards. Model mengasumsikan bahwa hazard ratio konstan sepanjang waktu, yang mungkin tidak terpenuhi untuk semua faktor, terutama subtipe molekuler yang efek prognostiknya dapat berubah seiring waktu.
4. Confidence interval approximated. CI ±13% relatif digunakan sebagai aproksimasi berdasarkan heterogenitas antar studi, bukan dari bootstrap atau exact methods.
5. Treatment effect dari literatur. Koefisien terapi adjuvan (kemoterapi, hormonal, radioterapi, targeted) diambil dari literatur umum dan tidak di-pool dalam SRMA ini, sehingga bersifat estimasi.